Berapa Batas Aman Saturasi Oksigen dan Kapan Butuh Bantuan Medis Bagi Pasien Isoman?

Berapa Batas Aman Saturasi Oksigen dan Kapan Butuh Bantuan Medis Bagi Pasien Isoman? – Kematian pasien Covid-19 tidak hanya terjadi di rumah sakit. Belakangan, sejumlah kasus meninggal mendadak terjadi pada pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri. Kota Bekasi menjadi daerah dengan angka kematian tertinggi pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri. Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi membenarkan tingginya kasus kematian pasien Covid-19 saat menjalani isolasi mandiri di rumah. Dia mengatakan, pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri berpotensi mengalami perburukan dalam waktu cepat, terutama sulit bernapas atau sesak napas. ”Sekarang tren Covid-19 ini, kan, sesak napas. Barusan, ada Sekretaris Kelurahan Pejuang, meninggal di tengah jalan karena sesak napas. Varian (virus penyebab Covid-19) ini cepat sekali,” kata Rahmat.

Berapa batas aman saturasi oksigen? Dokter spesialis paru Konsultan onkologi di RSUD dr. Pirngadi Medan Dr. Moh Ramadhani Soeroso, M.Ked(Paru), Sp.P-K.Onk, mengungkapkan, batas aman saturasi oksigen adalah 94 persen. “Di bawah 94 persen rawat isoman atau rumah sakit harus pakai oksigen nasal kanule 6 liter/i,” kata Ramadhani. Untuk mengukurnya, pasien isoman perlu memiliki oximeter atau alat pengukur kadar oksigen dalam darah. Oleh karena itu, dia menyarankan memiliki oximeter di rumah. “Iya pakai oximeter, lebih baik punya di rumah,” kata dia. Ramadhani menjelaskan, jika saturasi oksigen kurang dari 90 persen, wajib segera minta pertolongan ke rumah sakit. “Kalau oksigen kurang dari 90% wajib ke rumah sakit pakai oksigen sungkup NRM (non rebreathing masker) 15 liter/i,” kata Ramadhani.

Selain itu, perlu diperhatikan batas napas per menit adalah 18-20 kali per menit. Dihubungi terpisah, Dokter spesialis paru di RS Harapan Bunda dr. Eva Sri Diana, SpP. mengatakan, saturasi normal adalah di atas 95 persen. “Jika dibawah itu terus, kita harus hati hati kemungkinan makin turun terutama jika pasien memang sudah ada gejala batuk atau sesak,” kata dia. Eva mengatakan, saat ini belum ada penelitian tentang harus menunggu berapa lama ketika mendapati kadar oksigen di bawah normal. Meski demikian, dia menyarankan untuk segera meminta pertolongan ketika saturasinya di bawah normal. “Jika saturasi mendadak 60 persen, hitungan jam enggak dibantu bisa lewat (meninggal dunia),” kata Eva.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*