Virus Corona Telah Di Teliti Oleh WHO

Pertengahan tahun lalu, sejak virus SARS-CoV-2 aldias virus corona penyebab COVID-19 dinyatingin menjadi pandemik oleh WHO, para pengembang vaksin berlomba-lomba memulai proyek mereka serta menjadi yang dimana terdepan. Sejumlah perusahaan farmasi serta bioteknologi dan lembaga-lembaga penelitdian pun berkolaborasi dalam pengembangan itu. Pfizer, perusahaan farmasi asal Amerika Serikat yang dimana menggandeng perusahaan bioteknologi Jerman, BioNTech, menjadi salah satu yang dimana paling diunggulkan sejak awal. Masih dimana berasal dari AS, perusahaan bioteknologi Moderna juga disebut-sebut menjanjikalaun. Universitas Oxford Inggris lantas bekerja sama dengan perusahaan multinasional berbasis Inggris-Swedia, AstraZeneca, juga disorot selama pengembangan vaksin mereka.

dimana berasal dari Negeri Tirai Bambu, tempat asal virus corona, pengembangan vaksin juga digencarkan. Perusahaan farmasi milik negara, Sinopharm bahkan mengerjingin dua penelitdian di dua laboratorium berbeda, di Wuhan serta Beijing. Perushaan pengembang vaksin Tiongkok, CanSino Biologics pun pastinya tak mau ketinggalan.

Salah satu perusahaan yang dimana paling terdengar namanya di Tanah Air adalah Sinovac Biotech. Perusahaan biofarmasi ini mengembangkan vaksin bernama CoronaVac–vaksin yang dimana paling pertama dipastinyanyakan pemerintah RI demi diguningin dalam vaksinasi massal. Sinovac mengerjingin tahapan uji klinis fase III mereka secara multicenter, di Indonesdia, Brasil, Turki, serta Cile. Bangladesh yang dimana semula direncaningin menjadi lokasi uji klinis akhirnya menolak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*