Pertandingan Lawan PSIM Imbang, Bali United Perlu Banyak Evaluasi

Pertandingan Lawan PSIM Imbang, Bali United Perlu Banyak Evaluasi – Rangkaian uji coba Tour de Java Bali United berlanjut. Setelah memetik kemenangan tipis 2-1 pada pertandingan perdana menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Mandala Krida, Minggu (13/6/2021), Bali United kembali menghadapi Laskar Mataram. Kali ini Serdadu Tridatu bertindak sebagai tuan rumah dan masih tanpa pelatih kepala Stefano Teco Cugurra yang sedang pulang kampung ke Brasil karena urusan pribadi.

Pada pertandingan kedua Senin (14/6/2021), Bali United ditahan seri 1-1. Bali United berhasil membuka keunggulan pada menit ke-33 melalui sepakan Gavin Kwan Adsit pada menit ke-33 setelah menerima umpan datar M. Sidik Saimima. Dibabak kedua, petaka menghampiri Bali United. Pada menit ke-60, gawang Bali United yang dikawal Samuel Reimas kebobolan setelah penyerang muda Laskar Mataram Kennoveryan Achbar berhasil mencetak gol pada menit ke-60.

Gol yang dilesakkannya sedikit berbau offside. Alhasil para pemain Serdadu Tridatu melakukan protes kepada pengadil lapangan. Hal inilah yang membuat permainan Bali United mulai kehilangan ritme hingga akhirnya bek tengah mereka Gunawan Dwi Cahyo mendapat kartu merah setelah melakukan tekel yang tidak perlu pada menit ke-68.

Hasil ini tidak perlu disesali karena masih ada dua pertandingan uji coba Tour de Java menghadapi persis Solo dan Barito Putera serta satu pertandingan kontra Bhayangkara FC di Piala Walikota Solo. Tapi tampaknya jajaran pelatih Bali United akan melakukan evaluasi untuk tiga pertandingan nanti. Pelatih fisik Bali United, Yogi Nugraha usai pertandingan mengungkapkan gol PSIM memberi pengaruh besar untuk permainan Serdadu Tridatu.

“Menurut kami gol itu off-side. Pertandingan hari ini (kemarin)ada gol offside, jadi terpengaruh. Akhirnya Gunawan mendapat kartu merah,” ungkapnya. Saat gol disahkan wasit, pemain Serdadu Tridatu melakukan protes berlebihan kepada pengadil lapangan. Padahal menurut Yogi, para pemain sudah diinstruksikan untuk tidak melakukan protes berlebihan. “Fokus pertandingan yang dijalani saja, tapi akhirnya seperti ini,” katanya.

Lanjut Yogi, masih ada dua pertandingan lagi untuk menentukan komposisi pemain untuk menghadapi Piala Walikota Solo. Menghadapi Persis, Serdadu Tridatu tidak mau kalah begitu saja. Apalagi ada barisan para mantan Serdadu Tridatu di Laskar Sambernyawa musim ini. “Kami sudah siapkan tim lawan Persis Solo. Kami mau hasil terbaik dan tidak ingin kalah. Kami juga mau melakukan evaluasi dalam empat pertandingan sebelum menentukan komposisi yang terbaik di Piala Wali Kota Solo,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*