Perdaan Gejala Umum Covid-19 dengan Varian Delta, Apa Saja?

Perbedaan Gejala Umum Covid-19 dengan Varian Delta, Apa Saja? – Kasus virus corona Covid-19 di Indonesia melonjak dalam beberapa hari terakhir. Jumlah total infeksi Covid-19 yang dilaporkan bahkan melewati 2 juta kasus. Indonesia hingga Selasa (22/6/2021) mencatat 2.004.445 kasus Covid-19 dengan korban meninggal sebanyak 54.956 orang dan pasien pulih 1.801.761 orang. Lonjakan kasus virus corona di Indonesia disebabkan karena mobilitas warga selama Lebaran dan dipicu munculnya virus corona varian Delta.

Menurut ahli, varian Delta atau B.1.617.2 disebut memiliki kemampuan lebih menular dan memicu pasien yang terinfeksi mengalami gejala yang parah. Apa saja perbedaan antara gejala umum Covid-19 dengan gejala pasien yang terinfeksi varian Delta?
Gejala umum infeksi virus corona umumnya muncul pada periode masa inkubasi atau sekitar 2-14 hari setelah terpapar. Ini rinciannya:

1. Batuk kering – Batuk merupakan gejala umum dari infeksi virus corona. Namun, batuk yang muncul bukan batuk biasa. Seseorang yang terinfeksi Covid-19 akan merasakan batuk yang sangat mengganggu, yang terasa seolah berasal dari sesuatu yang jauh di dalam dada.

2. Napas Pendek – Sesak napas umumnya muncul sebagai tanda penyakit mencapai tahap serius. Bahkan, gejala ini bisa muncul tanpa diiringi dengan batuk. Para ahli mengatakan, jika seseorang merasakan kondisi dadanya seperti diikat atau mulai merasa kesulitan untuk bernapas, maka segera hubungi penyedia layanan kesehatan.

3. Demam Selain itu, demam juga merupakan salah satu gejala umum seseorang terinfeksi Covid-19. Biasanya seseroang yang terinfeksi Covid-19 dan disertai demam menunjukkan suhu di atas 37,7 derajat celsius. Salah satu gejala demam yang paling umum adalah suhu tubuh Anda naik di sore hari dan menjelang petang. Hal itu adalah cara umum virus menghasilkan demam.

4. Menggigil – Orang dengan Covid-19 merasakan tubuhnya menggigil, terasa sakit, dan demam tinggi saat malam hari. Namun, tidak semua orang dengan Covid-19 mengalami reaksi parah. Biasanya orang dengan Covid-19 mengalami kedinginan seperti kondisi flu ringan, serta sendi dan otot pegal-pegal yang terkadang sulit membedakan apakah itu flu atau Covid-19.

5. Kelelahan – Tanda awal seseorang terinfeksi virus corona yakni mengalami kelelahan hingga tahap yang ekstrem. Rasa lelah ini bahkan dapat berlanjut lama setelah virus hilang. Dalam laporan sejumlah penelitian menyebutkan, orang-orang yang telah pulih dari Covid-19 mengaku masih merasa kelelahan dan kekurangan energi setelah masa pemulihan beberapa minggu.

6. Kehilangan bau dan rasa – Gejala khas seseorang yang terkena Covid-19 yakni hilangnya kemampuan membau dan mengecap rasa. Sejumlah ahli menyebutkan, anosmia, artinya kehilangan kemampuan membau. Kondisi ini biasanya muncul dan mengakibatkan pasien berkurang nafsu makannya.

Gejala infeksi varian Delta disebut mirip dengan gejala virus asalnya. Tetapi, varian Delta membuat gejala-gejala tersebut menjadi lebih parah dan lebih sulit ditangani oleh tim medis. Profesor Kedokteran Darurat dan Kesehatan Internasional di John Hopkins University Dr Bhakti Hansoti menyampaikan, ada beberapa gejala infeksi virus corona varian Delta, yakni: Sakit perut Hilangnya selera makan Muntah Mual Nyeri sendi Gangguan pendengaran Di sisi lain, Profesor Epidemiologi Genetika di King’s College London, Tim Spector mengatakan, gejala yang timbul akibat infeksi varian Delta terasa seperti flu yang parah.

Dia menambahkan, ada beberapa gejala yang paling banyak dilaporkan oleh penderita Covid-19 varian Delta. Gejala yang dimaksud yakni: Sakit kepala Sakit tenggorokan Pilek Demam Menurutnya, gejala Covid-19 yang sebelumnya dianggap sering terjadi seperti batuk dan kehilangan penciuman justru lebih jarang terjadi pada orang yang terinfeksi varian Delta. Sedangkan, pada pasien yang lebih muda, gejala Covid-19 yang lebih dominan adalah pilek atau badan terasa tidak enak atau kelelahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*