Seorang Pria Marah-marah di SPBU Saat Petugas Shalat Jumat,Tanggapan Pertamina?

Seorang Pria Marah-marah di SPBU Saat Petugas Shalat Jumat,Tanggapan Pertamina? – Unggahan video seorang pria paruh baya disebutkan marah-marah ketika hendak mengisi bahan bakar di sebuah SPBU Pertamina viral di media sosial. Dalam unggahan video itu, pria berbaju hijau tersebut terlihat kesal lantaran SPBU yang ditemuinya tutup karena operator yang berjaga bergegas pergi dengan alasan akan menunaikan shalat Jumat.

“Ana wong ngisi bensin tapi ora dilayani, wonge malah pada kabur, kabur meng njero esih nom-nom kae bocahe. Arah lintas Palimanan, layanan kurang baik, jangan docontohkan ini, orangnya pada kabur. Jare jumatan,” kata pria tersebut. Tidak hanya itu, dia juga sempat mengucapkan kata-kata makian, karena kondisi yang ditemuinya. Video yang beredar luas di media sosial ini salah satunya diunggah oleh akun Instagram @ndorobeii pada Minggu (23/5/2021).

Tanggapan Pertamina Menanggapi hal ini, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) Putut Andriatno menyebut hal semacam itu bisa saja terjadi pada sebuah unit SPBU. Putut juga menegaskan tutupnya SPBU di jam-jam ibadah tidak menyalahi aturan. Dengan catatan adanya pemberitahuan tutup sementara untuk keperluan tersebut, misalnya dalam hal ini ibadah.

“Selama ada pemberitahuan kepada konsumen dengan memasang papan pengumuman di pintu masuk dan keluar SPBU, tidak menyalahi aturan,” katanyanya. Dia menjelaskan ada juga SPBU lain yang tetap beroperasi di waktu pelaksanaan ibadah shalat Jumat. Namun, dengan petugas operator perempuan atau laki-laki yang memang tidak menjalankan ibadah itu. “Kalau di SPBU lain tetap beroperasi, yang menjalankan operasi SPBU operator wanita atau operator yang non muslim,” katanya lagi.

Dijamin Undang-Undang Sementara itu, bagi operator yang beragama Islam, khususnya laki-laki yang wajib menjalankan shalat Jumat, dipersilakan untuk meninggalkan pekerjaan dan menunaikan ibadah. “Untuk operator muslim dipersilakan menjalankan ibadah shalat Jumat,” kata dia. Sebagaimana diketahui, hak pekerja untuk menjalankan ibadah sesungguhnya dijamin dalam Undang-Undang. Misalnya tertuang dalam Pasal 80 UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

“Pengusaha wajib memberikan kesempatan yang secukupnya kepada pekerja/buruh untuk melaksanakan ibadah yang diwajibkan oleh agamanya,” demikian bunyi pasal tersebut. Yang perlu digaris bawahi, kesempatan itu wajib diberikan perusahaan hanya untuk konteks menunaikan ibadah yang bersifat wajib. Shalat Jumat dalam hal ini merupakan kewajiban bagi seorang laki-laki muslim yang sudah baligh atau dewasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*