Risiko Rawat Inap Pasien Covid-19 di Sebabkan Varian Delta

Risiko Rawat Inap Pasien Covid-19 di Sebabkan Varian Delta – Varian Covid-19 B.1.617.2 atau Delta meningkatkan risiko rawat inap bagi pasien virus corona dibandingkan varian B.1.1.7 atau Alpha. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Lancet itu mengamati 19.542 kasus komunitas dan 337 rawat inap di antara 5,4 juta orang Skotlandia. Sebanyak 7.723 kasus dan 134 rawat inap di antaranya ditemukan memiliki varian Delta. Profesor epidemiologi kesehatan masyarakat University of Strathclyde Chris Robertson mengatakan, varian Delta menggandakan risiko rawat inap, menyesuaikan dengan usia dan komorbiditas. Beruntung, dua dosis vaksin masih mampu memberikan perlindungan yang kuat. “Jika Anda dites positif Covid-19, maka dua dosis vaksin atau satu dosis selama 28 hari secara kasar mengurangi risiko Anda dirawat di rumah sakit hingga 70 persen,” kata dia.

Studi tersebut juga memaparkan bukti awal yang menunjukkan perlindungan vaksin terhadap varian Delta mungkin lebih dari efetivitasnya terhadap varian Alpha. Dua minggu setelah dosis kedua, vaksin Pfizer-BioNTech ditemukan memiliki 79 persen perlindungan terhadap infeksi dari varian Delta. Angka itu lebih rendah dibandingkan dengan 92 persen terhadap varian Alpha. Untuk vaksin Oxford-AstraZeneca, ada 60 persen perlindungan terhadap Delta dan 73 persen untuk Alpha. Para peneliti mengatakan, dua dosis vaksin memberikan perlindungan yang jauh lebih baik daripada satu dosis terhadap varian Delta. Selain itu, penundaan pelonggaran penguncian di Inggris akan membantu lebih banyak orang mendapatkan dosis kedua dan meningkatkan respons kekebalan mereka.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pun mengumumkan penundaan empat minggu untuk mencabut secara penuh pembatasan Covid-19 di negaranya, Senin (15/6/2021). Inggris sebelumnya berencana membuka sepenuhnya pembatasan pada 21 Juni 2021 setelah berbulan-bulan secara bertahap melonggarkan pembatasan. Akan tetapi, Johnson menyebut peningkatan tajam dalam infeksi telah mendorong keputusan untuk fokus pada peningkatan vaksinasi. “Pada bukti yang bisa saya lihat sekarang, saya yakin bahwa kita tidak akan membutuhkan lebih dari empat minggu dan tidak perlu melampaui 19 Juli,” kata Johnson. Di Inggris, varian Delta bertanggung jawab atas 96 persen kasus di Inggris dan tes positif melonjak 50 persen pada pekan lalu. Total kasus yang dilaporkan sekarang berada pada level tertinggi sejak Februari, sekitar 8.000 infeksi baru dalam sehari. Varian Delta diyakini sekitar 60 persen lebih mudah menular daripada varian Alpha.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*